Circuit Breaker VS Isolator: perbedaannya

05 Oktober 2023

Ada kalanya diperlukan pemutusan sumber listrik pada jaringan listrik.

sistem. Contoh kasusnya termasuk kesalahan seperti kelebihan beban dan hubungan arus pendek, atau saat diperlukan pekerjaan pemeliharaan dan perbaikan.

Inilah gunanya circuit breaker dan isolator. Namun ada perbedaan utama

antara keduanya yang perlu Anda pahami sehingga Anda dapat memilih mana yang paling tepat untuk sistem kelistrikan Anda.

Memahami Circuit Breaker

Pemutus Sirkuit Cerdas

Pemutus arus dirancang untuk secara otomatis menghentikan aliran arus dalam sirkuit listrik ketika gangguan seperti arus berlebih atau korsleting terdeteksi.

Ada berbagai jenis pemutus sirkuitYang paling umum adalah termal, magnetik, kombinasi, dan hidrolik-magnet.

Pemutus sirkuit digunakan dalam berbagai aplikasi seperti perumahan, telekomunikasi, kontrol proses, pusat medis, dan lainnya.

Tanpa pemutus arus, sistem kelistrikan akan menjadi kurang aman karena tidak ada mekanisme untuk mendeteksi kesalahan dan menghentikan keseluruhan sistem jika terjadi kesalahan.

Memahami Isolator

Sakelar Isolasi DC

Isolator digunakan untuk memutus seluruh atau sebagian peralatan listrik dari sistem untuk mencegah aliran listrik melewatinya sehingga pemeliharaan dan

pekerjaan perbaikan dapat dilakukan dengan aman.

Isolator yang paling umum meliputi isolator manual, isolator bermotor, isolator tipe pemutusan tunggal, dan isolator tipe pemutusan ganda.

Isolator umumnya digunakan di gardu induk, perangkat tegangan tinggi, isolasi sinyal, aplikasi perumahan, komersial, dan bahkan industri.

Perbedaan Utama Antara Circuit Breaker dan Isolator

1. Jenis perangkat

Pemutus sirkuit adalah perangkat yang dapat berfungsi dengan sempurna meskipun arus mengalir melalui sistem. Di sisi lain, isolator adalah perangkat yang tidak dapat beroperasi, yang berarti hanya dapat beroperasi saat tidak ada arus yang mengalir melalui sirkuit.

2. Cara Kerja

Pemutus sirkuit beroperasi secara otomatis pada kondisi beban aktif sementara isolator dioperasikan secara manual pada kondisi beban tidak aktif. Kondisi beban aktif berarti arus mengalir melalui sistem sementara beban tidak aktif berarti aliran arus nol.

3. Mekanisme

Pemutus sirkuit adalah sakelar elektromekanis sementara isolator adalah sakelar mekanis sederhana. Inilah sebabnya mengapa pemutus sirkuit dapat berfungsi secara otomatis sementara isolator hanya dapat berfungsi secara manual.

4. Kapasitas menahan

Pemutus sirkuit memiliki kapasitas menahan beban yang lebih tinggi daripada isolator. Karena isolator memiliki kapasitas menahan yang rendah, itu berarti

bahwa mereka tidak dapat digunakan untuk menghancurkan

5. Fungsi

Pemutus sirkuit mematikan seluruh sistem jika terjadi kesalahan

sementara isolator memisahkan sebagian sistem kelistrikan sehingga sistem lainnya masih dapat beroperasi dengan baik.

Memilih pemutus sirkuit atau isolator tergantung pada tujuan akhir Anda. Apakah Anda ingin memastikan keamanan terhadap kesalahan tak terduga seperti arus berlebih atau korsleting?

sirkuit? Jika ya, Pemutus Sirkuit TOSUNlux TSB5-63DC mungkin cocok untuk Anda. Apakah Anda perlu mengisolasi peralatan listrik atau bagian sistem untuk keperluan perawatan? Maka TOSUNlux S32D S32D-T S32D-TL

Sakelar Isolasi DC S32D-W1 S32D-W2 mungkin adalah yang Anda cari. Pilih yang sesuai dengan kebutuhan spesifik sistem Anda.

Dapatkan Penawaran Sekarang